Jumat, 16 Maret 2018

Kunjungan Laporan PT.Ultra Jaya



LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM ILMU PRODUKSI TERNAK PERAH



DISUSUN OLEH:
Achmad faisal      (14021103)
                                                                                 
                                                                             

PROGRAM STUDI PETERNAKAN
FAKULTAS AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA
2016




PT ULTRA PETERNAKAN BANDUNG SELATAN







PENDAHULUAN

PT Ultrajaya Milk Industry Tbk. (PT Ultrajaya) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang consumer goods dengan produk-produknya yaitu susu, minuman, dan makanan dalam kemasan aseptik yang tahan lama. Perusahaan ini telah berdiri sejak tahun 1950an dan terus berkembang hingga menjadi perusahaan terkemuka di Indonesia, bahkan telah menjadi pemimpin pasar di kategori minuman susu Ultra High Temperature (UHT). Pada tahun 2007, PT Ultrajaya dianugerahi Superbrands Asia Platinum Award oleh Superbrands Council, yang dinilai berdasarkan kriteria dominasi pasar, kekuatan, ketulusan, loyalitas konsumen, dan penerimaan pasar. Kisah sukses PT Ultrajaya ini dapat menjadi salah satu best practice bagi perusahaan-perusahaan lain di Indonesia. Selain itu, penulis tertarik akan perilaku masyarakat Indonesia dalam meminum susu, dimana susu bubuk lebih mendominasi jika dibandingkan dengan susu cair. Guna mendapatkan pemahaman akan perilaku tersebut maka penulis menghubungi PT Ultrajaya selaku pemimpin pasar di kategori susu cair. Keinginan untuk belajar dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik pun disambut baik oleh PT Ultrajaya. Pihak PT Ultrajaya sangat concern terhadap masalah pendidikan dan secara rutin mereka mengadakan program factory survey for student. Program tersebut memungkinkan bagi mahasiswa untuk menyusun tugas akhir berdasarkan kondisi lapangan yang sebenarnya. Bahkan terjun ke lapangan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama bangku pendidikan.


Sejarah Perusahaan
PT Ultrajaya berdiri sejak tahun 1958. Pada saat itu, PT Ultrajaya merupakan sebuah perusahaan susu kecil yang terletak di jalan Raya Cimareme No. 131, Padalarang, Bandung. Pada tanggal 2 November 1971, PT Ultrajaya merubah namanya menjadi PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company. PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company merupakan pioneer pada kategori minuman dengan kemasan Tetra-Pak. Pada tahun 1988, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company mulai melakukan ekspansi
ke luar negeri dengan mengekspor beberapa produknya. Seiring dengan perkembangan bisnis, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company berubah menjadi perusahaan public dengan melakukan listing di pasar modal Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada tanggal 2 Juli 1990.
Hingga kini, kantor pusat dan pabrik PT. Ultrajaya tetap berlokasi di Jl. Raya Cimareme 131, Padalarang. Pabrik ini terletak di lokasi yang strategis yaitu terletak di perlintasan hasil peternakan dan pertanian. Lokasi ini sangat mendukung dalam pemasokan bahan baku maupun pengiriman hasil produksi. Bahan baku susu sapi segar disuplai oleh Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) di Pengalengan dan Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara di Lembang, dan beberapa koperasi lainnya. Sedangkan untuk bahan baku buah-buahan untuk produk minuman sari buah diperoleh melalui petani-petani buah yang tergabung
pada Koperasi Unit Desa yang berada di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur kecuali untuk bahan baku buah jeruk, leci, dan apel diperoleh dengan cara mengimpor. PT. Ultrajaya merupakan salah satu perusahaan yang mempelopori penggunaan
teknologi Ultra High Temperature (UHT) dalam proses pengolahan susu dan kemasan aseptik untuk produk minuman. Hal ini dilakukan PT. Ultrajaya untuk menjaga kualitas produk susu karena dengan teknologi UHT dan pengemasan aseptik produk minuman dapat tahan lama
tanpa penambahan bahan pengawet.






PT Ultra Peternakan Bandung Selatan


Letak Geografis PT Ultra Peternakan Bandung Selatan (UPBS) atau masyarakat sekitar sering menyebutnya Almanak merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang peternakan sapi perah yang berlokasi di Dusun Cieurih, Desa Marga Mekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Perusahaan ini berada pada ketinggian kurang lebih 1.400 m di atas permukaan laut dengan total luas 64 hektar yang terdiri atas 8 hektar area perkandangan dan 56 area perkebunan. Kondisi cuaca berkisar antara 180°C sampai dengan 200°C yang membuat daerah ini sangat cocok sebagai lokasi peternakan sapi perah.
Berada di wilayah kerja KPBS menyebabkan kandang besar PT Ultra Jaya ini menjalin hubungan kerjasama. Jadilah KPBS menjadi rekan bisnis yang baik bagi Ultra Jaya. Tanki-tanki yang digunakan untuk menyetor susu dari kandang UPBS ke pabrik di Padalarang menggunakan tanki milik KPBS. Sebagai imbasnya susu segar dari para peternak anggota KPBS hampir 70%nya disetor dan diterima  Ultra Jaya untuk diolah lanjut (sering IPS menolak bahan baku susu dari peternak rakyat karena kualitasnya dibawah standar). Dengan demikian, Ultra Jaya secara rutin terus mengadakan pengawasan dan peningkatan mutu susu di tingkat peternak dan koperasi.






Di peternakan sapi perah kita akan mengenal istilah calf (pedet), heifer (sapi dara siap kawin), lactating cow (sapi betina yang memproduksi susu setelah beranak), bull (pejantan),dan dry pregnant cow (sapi yang bunting tua disiapkan untuk beranak).
Bull
Pejantan ini digunakan PT UPBS untuk reproduksi secara kawin alami. Biasanya ada sebagian betina yang tidak berhasil dikawinkan secara inseminasi buatan. Bull dipilih sesuai silsilah keturunannya yang menghasilkan susu dengan kualitas dan kuantitas terbaik.
Lactating Cow
Inilah betina-betina milik PT UPBS Produksi susunya rata-rata 30 sampai 40 liter per hari. Sama seperti mamalia lain, sapi perah menghasilkan susu (laktasi) setelah beranak. Masa laktasinya satu tahun.

Calf
Ini pedet-pedet milik PT UPBS. Biasanya yang jantan segera dijual untuk digemukkan dan dipotong. Betina yang terseleksi dibesarkan dan dipelihara. Pedet yang baru lahir diberi makan secara bertahap, minum kolostrum (susu masa awal laktasi) dari induk, lalu diberi konsentrat, dan setelah beberapa bulan dilatih makan rumput untuk perkembangan rumen (saluran pencernaannya).

Perkandangan

Kandang yang ada di PT. UPBS menggunakan kandang jenis terbuka sistem ini mengutamakan kebebasan ternak dan tanpa diikat, Lantai kandang terbuat dari semen, rata, tidak licin dan tidak tajam sehingga sapi dapat berdiri tegak, berbaring secara nyaman. Kandang memiliki luas 250 m2 dengan panjang 100 m dan lebar 25 m termasuk alley 5 m. Kemiringan kandang yaitu 2% dari panjang kandang yaitu 2 m atau 1.140  sehingga air limbah hasil membersihkan kandang mengalir dengan baik.. Syarat yang harus dipenuhi dalam bangunan kandang adalah: memberi kenyamanan terhadap ternak dan bagi pemeliharanya; memenuhi syarat kesehatan bagi ternak; ventilasi atau pertukaran udara sempurna; mudah dibersihkan sehingga tenaga kerja lebih efisien. Tipe atap yang digunakan adalah gable yang terbuat dari seng. Sedangkan untuk pedet menggunakan tipe kandang gable with roof. Penggunaan bahan seng sesuai dengan lokasi kandang karena kandang terdapat di daerah daratan tinggi sehingga tidak panas dan ekonomis. Pembersihan kandang diawali dengan flashing yaitu pembersihan kandang dari feses menggunakan aliran air. Flashing dilakukan setiap sapi digiring untuk diperah. Selanjutnya dilanjutkan dengan pemberian kapur pada tempat tidur (bedding) sapi agar menjaga kebersihan dan kesehatan sapi. Karena kandang yang bersih merupakan cara pencegahan penyakit.
Pengelompokan sapi disesuaikan dengan umur fisiologisnya sehingga memudahkan dalam manajemen pemberian pakan.

Ini adalah gambar kipas yang digunakan PT UPBS untuk menstabilkan suhu di kandang


Pemerahan
Di PT. UPBS Sebelum proses pemerahan dimulai, pertama – tama sapi digiring dari kandang tiap grup menuju ke ruang pemerahan. Selanjutnya digiring ke dalam flock-flock tempat pemerahan, kemudian dilakukan dipping pada puting-puting sapi dilanjutkan dengan tissues dan pemerahan secara stripping untuk merangsang keluarnya susu. Selanjutnya cluster-cluster pada mesin perah dipasang pada puting-puting sapi. Setelah selesai pemerahan dilakukan dipping ulang untuk mengantisipasi masuknya mikroba ke dalam puting penyebab mastitis. Proses pemerahan dilakukan dengan menggunakan mesin. Mesin ini disebut milking parlour. Pipa-pipa yang digunakan untuk menyedot susu berhubungan langsung dengan plate cooler (lempeng-lempeng) pendingin, lalu berlanjut ke storage tank (tanki penyimpan sementara). Dengan demikian, susu yang disimpan sudah dalam keadaan dingin dan tidak tersentuh tangan, sehingga higienis dan kontaminasi mikrobia dapat diminimalkan. Nilai gizi susu tinggi menyebabkan susu menjadi sumber nutrient yang baik bagi perkembangbiakan mikrobia. Sapi-sapi di UPBS sudah terlatih, mereka tahu kapan harus datang ke parlour tepat sesuai jadwal.







Pemberian Pakan
Ini traktor pengangkut pakan. Pakan yang diberikan berupa hijauan dan konsentrat yang disesuaikan dengan produksi susu. Hijauan yang diberikan antara lain rumput gajah, tebon jagung, alfalfa, dsb. Hijauan diberikan segar yang dicacah atau berupa silase (difermentasi dulu) bila stok pakan segar sedikit (biasanya musim kemarau). pakan itu bisa mencapai 70% biaya produksi. Selisih sedikit saja harga pakan bisa sangat berpengaruh pada keuntungan.
Gambar Bahan Pakan Yang Digunakan Untuk Membuat Silase
Jerami Kering
Rumput Gajah
Bekatul
Jagung Yang Dihaluskan
Pembuatan silase bertujuan mengatasi kekurangan pakan di musim kemarau atau ketika penggembalaan ternak tidak mungkin dilakukan. Disamping itu juga bertujuan untuk menjaga asupan nutrient bagi ternak.

Recording
Semua sapi di UPBS ini dilengkapi dengan sensor data di telinganya. Tertulis disana, namanya siapa, keturunan dari siapa, kapan lahirnya, riwayat penyakitnya, dan produksi susunya.




















Kesimpulan

1.      Pemberian pakan di PT. UPBS sangat efisien dan disesuaikan dengan keadaan fisiologisnya seperti perbandingan pemberian konsentrat dan hijauan.
2.      PT. UPBS menggunakan kandang jenis terbuka sistem ini mengutamakan kebebasan ternak dan tanpa diikat.
3.      Lantai kandang terbuat dari semen, rata, tidak licin dan tidak tajam sehingga sapi dapat berdiri tegak, berbaring secara nyaman.
4.      Kandang memiliki kemiringan 2% sehingga air bisa mengalir dengan baik.
5.      Pengelompokan sapi perah disesuaikan dengan umur fisiologisnya sehingga memudahkan dalam manajemen pemberian pakan.
6.      Manajemen kesehatan yang sudah cukup baik karena sapi yang sakit langsung dipisahkan dari kelompoknya dan penanganan dilakukan dengan baik.
7.      S/C di PT. UPBS tidak terlalu di perhatikan karena berpatokan pada produksi susunya.
8.      Proses pemerahan sudah menggunakan mesin perah Sehingga sapi bisa diperah dengan baik dan tidak ada yang tertinggal.





















Yogyakarta,  28-november-2016



                                                                                                                                   Achmad Faisal   (14021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar