LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM ILMU PRODUKSI TERNAK PERAH
DISUSUN
OLEH:
Achmad
faisal (14021103)
PROGRAM STUDI PETERNAKAN
FAKULTAS AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA
2016
PT ULTRA PETERNAKAN
BANDUNG SELATAN
PENDAHULUAN
PT Ultrajaya
Milk Industry Tbk. (PT Ultrajaya) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang
consumer goods dengan produk-produknya yaitu susu, minuman, dan makanan dalam
kemasan aseptik yang tahan lama. Perusahaan ini telah berdiri sejak tahun
1950an dan terus berkembang hingga menjadi perusahaan terkemuka di Indonesia,
bahkan telah menjadi pemimpin pasar di kategori minuman susu Ultra High
Temperature (UHT). Pada tahun 2007, PT Ultrajaya dianugerahi Superbrands Asia
Platinum Award oleh Superbrands Council, yang dinilai berdasarkan kriteria dominasi
pasar, kekuatan, ketulusan, loyalitas konsumen, dan penerimaan pasar. Kisah
sukses PT Ultrajaya ini dapat menjadi salah satu best practice bagi perusahaan-perusahaan
lain di Indonesia. Selain itu, penulis tertarik akan perilaku masyarakat
Indonesia dalam meminum susu, dimana susu bubuk lebih mendominasi jika
dibandingkan dengan susu cair. Guna mendapatkan pemahaman akan perilaku
tersebut maka penulis menghubungi PT Ultrajaya selaku pemimpin pasar di
kategori susu cair. Keinginan untuk belajar dan mendapatkan pemahaman yang
lebih baik pun disambut baik oleh PT Ultrajaya. Pihak PT Ultrajaya sangat
concern terhadap masalah pendidikan dan secara rutin mereka mengadakan program
factory survey for student. Program tersebut memungkinkan bagi mahasiswa untuk
menyusun tugas akhir berdasarkan kondisi lapangan yang sebenarnya. Bahkan
terjun ke lapangan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama
bangku pendidikan.
Sejarah Perusahaan
PT
Ultrajaya berdiri sejak tahun 1958. Pada saat itu, PT Ultrajaya merupakan
sebuah perusahaan susu kecil yang terletak di jalan Raya Cimareme No. 131,
Padalarang, Bandung. Pada tanggal 2 November 1971, PT Ultrajaya merubah namanya
menjadi PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company. PT. Ultrajaya Milk
Industry & Trading Company merupakan pioneer pada kategori minuman
dengan kemasan Tetra-Pak. Pada tahun 1988, PT Ultrajaya Milk Industry &
Trading Company mulai melakukan ekspansi
ke luar negeri dengan
mengekspor beberapa produknya. Seiring dengan perkembangan bisnis, PT Ultrajaya
Milk Industry & Trading Company berubah menjadi perusahaan public dengan melakukan
listing di
pasar modal Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada tanggal 2 Juli 1990.
Hingga kini, kantor
pusat dan pabrik PT. Ultrajaya tetap berlokasi di Jl. Raya Cimareme 131,
Padalarang. Pabrik ini terletak di lokasi yang strategis yaitu terletak di
perlintasan hasil peternakan dan pertanian. Lokasi ini sangat mendukung dalam
pemasokan bahan baku maupun pengiriman hasil produksi. Bahan baku susu sapi
segar disuplai oleh Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) di Pengalengan dan
Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara di Lembang, dan beberapa koperasi lainnya.
Sedangkan untuk bahan baku buah-buahan untuk produk minuman sari buah diperoleh
melalui petani-petani buah yang tergabung
pada Koperasi Unit
Desa yang berada di Jawa
Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur kecuali untuk bahan baku buah jeruk,
leci, dan apel diperoleh dengan cara mengimpor. PT. Ultrajaya merupakan salah
satu perusahaan yang mempelopori penggunaan
teknologi Ultra High
Temperature (UHT) dalam proses pengolahan susu dan kemasan aseptik untuk produk
minuman. Hal ini dilakukan PT. Ultrajaya untuk menjaga kualitas produk susu
karena dengan teknologi UHT dan pengemasan aseptik produk minuman dapat tahan
lama
tanpa penambahan
bahan pengawet.
PT Ultra Peternakan Bandung Selatan
Letak
Geografis PT Ultra Peternakan Bandung Selatan (UPBS) atau masyarakat sekitar
sering menyebutnya Almanak merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang
peternakan sapi perah yang berlokasi di Dusun Cieurih, Desa Marga Mekar,
Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Perusahaan ini
berada pada ketinggian kurang lebih 1.400 m di atas permukaan laut dengan total
luas 64 hektar yang terdiri atas 8 hektar area perkandangan dan 56 area
perkebunan. Kondisi cuaca berkisar antara 180°C sampai dengan 200°C yang membuat daerah ini sangat cocok
sebagai lokasi peternakan sapi perah.
Berada
di wilayah kerja KPBS menyebabkan kandang besar PT Ultra Jaya ini menjalin
hubungan kerjasama. Jadilah KPBS menjadi rekan bisnis yang baik bagi Ultra
Jaya. Tanki-tanki yang digunakan untuk menyetor susu dari kandang UPBS ke
pabrik di Padalarang menggunakan tanki milik KPBS. Sebagai imbasnya susu segar
dari para peternak anggota KPBS hampir 70%nya disetor dan diterima Ultra Jaya untuk diolah lanjut (sering IPS
menolak bahan baku susu dari peternak rakyat karena kualitasnya dibawah
standar). Dengan demikian, Ultra Jaya secara rutin terus mengadakan pengawasan
dan peningkatan mutu susu di tingkat peternak dan koperasi.
Di
peternakan sapi perah kita akan mengenal istilah calf (pedet), heifer (sapi
dara siap kawin), lactating cow (sapi betina yang memproduksi susu setelah
beranak), bull (pejantan),dan dry pregnant cow (sapi yang bunting tua disiapkan
untuk beranak).
Bull
Pejantan ini digunakan PT UPBS untuk reproduksi secara
kawin alami. Biasanya ada sebagian betina yang tidak berhasil dikawinkan secara
inseminasi buatan. Bull dipilih sesuai silsilah keturunannya yang menghasilkan
susu dengan kualitas dan kuantitas terbaik.
Lactating Cow
Inilah
betina-betina milik PT UPBS Produksi susunya rata-rata 30 sampai 40 liter per
hari. Sama seperti mamalia lain, sapi perah menghasilkan susu (laktasi) setelah
beranak. Masa laktasinya satu tahun.
Calf
Ini pedet-pedet milik PT UPBS. Biasanya yang jantan
segera dijual untuk digemukkan dan dipotong. Betina yang terseleksi dibesarkan
dan dipelihara. Pedet yang baru lahir diberi makan secara bertahap, minum
kolostrum (susu masa awal laktasi) dari induk, lalu diberi konsentrat, dan
setelah beberapa bulan dilatih makan rumput untuk perkembangan rumen (saluran
pencernaannya).
Perkandangan
Kandang yang ada di
PT. UPBS menggunakan kandang jenis terbuka sistem ini mengutamakan kebebasan
ternak dan tanpa diikat, Lantai kandang terbuat dari semen, rata, tidak licin
dan tidak tajam sehingga sapi dapat berdiri tegak, berbaring secara nyaman.
Kandang memiliki luas 250 m2 dengan panjang 100 m dan lebar 25 m termasuk alley
5 m. Kemiringan kandang yaitu 2% dari panjang kandang yaitu 2 m atau 1.140 sehingga air limbah hasil membersihkan
kandang mengalir dengan baik.. Syarat yang harus dipenuhi dalam bangunan
kandang adalah: memberi kenyamanan terhadap ternak dan bagi pemeliharanya;
memenuhi syarat kesehatan bagi ternak; ventilasi atau pertukaran udara
sempurna; mudah dibersihkan sehingga tenaga kerja lebih efisien. Tipe atap yang
digunakan adalah gable yang terbuat dari seng. Sedangkan untuk pedet
menggunakan tipe kandang gable with roof. Penggunaan bahan seng sesuai dengan
lokasi kandang karena kandang terdapat di daerah daratan tinggi sehingga tidak
panas dan ekonomis. Pembersihan kandang diawali dengan flashing yaitu
pembersihan kandang dari feses menggunakan aliran air. Flashing dilakukan
setiap sapi digiring untuk diperah. Selanjutnya dilanjutkan dengan pemberian
kapur pada tempat tidur (bedding) sapi agar menjaga kebersihan dan kesehatan
sapi. Karena kandang yang bersih merupakan cara pencegahan penyakit.
Pengelompokan sapi disesuaikan
dengan umur fisiologisnya sehingga memudahkan dalam manajemen pemberian pakan.
Ini adalah gambar
kipas yang digunakan PT UPBS untuk menstabilkan suhu di kandang
Pemerahan
Di PT. UPBS Sebelum
proses pemerahan dimulai, pertama – tama sapi digiring dari kandang tiap grup
menuju ke ruang pemerahan. Selanjutnya digiring ke dalam flock-flock tempat
pemerahan, kemudian dilakukan dipping pada puting-puting sapi dilanjutkan
dengan tissues dan pemerahan secara stripping untuk merangsang keluarnya susu.
Selanjutnya cluster-cluster pada mesin perah dipasang pada puting-puting sapi.
Setelah selesai pemerahan dilakukan dipping ulang untuk mengantisipasi masuknya
mikroba ke dalam puting penyebab mastitis. Proses pemerahan
dilakukan dengan menggunakan mesin. Mesin ini disebut milking parlour.
Pipa-pipa yang digunakan untuk menyedot susu berhubungan langsung dengan plate
cooler (lempeng-lempeng) pendingin, lalu berlanjut ke storage tank (tanki
penyimpan sementara). Dengan demikian, susu yang disimpan sudah dalam keadaan
dingin dan tidak tersentuh tangan, sehingga higienis dan kontaminasi mikrobia
dapat diminimalkan. Nilai gizi susu tinggi menyebabkan susu menjadi sumber
nutrient yang baik bagi perkembangbiakan mikrobia. Sapi-sapi di UPBS sudah
terlatih, mereka tahu kapan harus datang ke parlour tepat sesuai jadwal.
Pemberian Pakan
Ini traktor
pengangkut pakan. Pakan yang diberikan berupa hijauan dan konsentrat yang disesuaikan
dengan produksi susu. Hijauan yang diberikan antara lain rumput gajah, tebon
jagung, alfalfa, dsb. Hijauan diberikan segar yang dicacah atau berupa silase
(difermentasi dulu) bila stok pakan segar sedikit (biasanya musim kemarau).
pakan itu bisa mencapai 70% biaya produksi. Selisih sedikit saja harga pakan
bisa sangat berpengaruh pada keuntungan.
Gambar Bahan Pakan Yang Digunakan Untuk Membuat Silase
Jerami Kering
Rumput Gajah
Bekatul
Jagung Yang Dihaluskan
Pembuatan silase bertujuan mengatasi
kekurangan pakan di musim kemarau atau ketika penggembalaan ternak tidak
mungkin dilakukan. Disamping itu juga bertujuan untuk menjaga asupan nutrient
bagi ternak.
Recording
Semua
sapi di UPBS ini dilengkapi dengan sensor data di telinganya. Tertulis disana,
namanya siapa, keturunan dari siapa, kapan lahirnya, riwayat penyakitnya, dan produksi susunya.
Kesimpulan
1.
Pemberian pakan di PT. UPBS sangat efisien dan disesuaikan
dengan keadaan fisiologisnya seperti perbandingan pemberian konsentrat dan
hijauan.
2.
PT. UPBS menggunakan kandang jenis terbuka sistem ini
mengutamakan kebebasan ternak dan tanpa diikat.
3.
Lantai kandang terbuat dari semen, rata, tidak licin
dan tidak tajam sehingga sapi dapat berdiri tegak, berbaring secara nyaman.
4.
Kandang memiliki kemiringan 2% sehingga air bisa
mengalir dengan baik.
5.
Pengelompokan sapi perah disesuaikan dengan umur
fisiologisnya sehingga memudahkan dalam manajemen pemberian pakan.
6.
Manajemen kesehatan yang sudah cukup baik karena sapi
yang sakit langsung dipisahkan dari kelompoknya dan penanganan dilakukan dengan
baik.
7.
S/C di PT. UPBS tidak terlalu di perhatikan karena
berpatokan pada produksi susunya.
8.
Proses pemerahan sudah menggunakan mesin perah
Sehingga sapi bisa diperah dengan baik dan tidak ada yang
tertinggal.
Yogyakarta,
28-november-2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar